Profil Akademi Javanologi Indonesia (AJI)
Akademi Javanologi Indonesia (AJI) merupakan lembaga pendidikan vokasi yang didirikan dengan tujuan menyiapkan insan profesional yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya ketimuran, khususnya budaya Jawa. AJI diinisiasi oleh Darmuji, seorang praktisi pambiwara, pengajar MC Jawa, bersama dengan beberapa budayawan Ponorogo. Akademi ini menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta di Indonesia yang berfokus pada pendidikan pelaku budaya Jawa, dengan visi menjadi agen pelestari budaya yang unggul.

Visi dan Misi Akademi Javanologi Indonesia

Visi
"Menjadi lembaga pendidikan tinggi yang unggul dalam pelestarian dan pengembangan budaya Jawa."
Misi
- Melestarikan budaya Jawa melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
- Mengembangkan seni dan budaya Jawa agar dapat bersaing di tingkat nasional dan internasional.
- Menggali nilai-nilai luhur budaya Jawa yang adiluhung.
- Menyiapkan tenaga profesional yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memahami filosofi budaya Jawa.
Program Studi dan Kurikulum
Akademi Javanologi Indonesia menawarkan program studi yang bersifat vokasi, dengan fokus pada praktik profesi seni dan budaya Jawa. Kurikulum AJI dirancang untuk menghasilkan lulusan yang kompeten di bidangnya. Mata kuliah yang diajarkan mencakup:
Kolaborasi dan Pengembangan
Untuk mendukung keberlanjutan misi, AJI menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk:

Lembaga Budaya dan Pemerintah Daerah
Sanggar Seni dan Komunitas Budaya
Perguruan Tinggi dalam dan Luar Negeri
Media dan Industri Kreatif
Dampak dan Harapan
Melalui pendidikan di Akademi Javanologi Indonesia, diharapkan budaya Jawa dapat terus hidup dan berkembang sesuai zaman tanpa kehilangan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. AJI tidak hanya mencetak tenaga profesional di bidang budaya, tetapi juga melahirkan agen perubahan yang mampu memperkenalkan dan menjaga kekayaan budaya Jawa sebagai aset nasional yang bernilai tinggi.
Dengan keberadaan Akademi Javanologi Indonesia, bangsa Indonesia dapat lebih menghargai dan menjaga budaya leluhur sebagai bagian dari identitas bangsa sekaligus memperkuat daya saing budaya di kancah global.
